Landasan dan tujuan pendidikan pancasila

  1. Landasan pendidikan pancasila

            Pancasila adalah dasar atau falsafah negara indonesia sebagaimana tercantum dalampembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati, dan mengamalkanya dalam segala bidang kehidupan. Pancasila telah digunakan sebagai alat untuk memaksa rakyat untuk setia kepada pemerintah yang berkuasa, dengan menempatkan pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat.

Sekarang ini banyak kalangan elit politik serta sebagian masyarakat beranggapan bahwa pancasila merupakan label partai politik orde baru. Pandangan yang menganggap remeh atau melemahkan peranan ideologi pancasila pada era reformasi sekarang ini sangat berakibat fatal yaitu melemahnya kepaercayaan rakyat terhadap ideologi negara. Akibatnya mengancam persatuan dan kesatuan bangsa indonesia contohnya adalah kekacauan di Aceh, Kalimantan, Papua. Berdasarkan alasan tersebut maka sebagai warga negara yang baik perlu adanya pengembangan pancasila setingkat dengan ideologi yang ada agar warga negara selalu meendambakan bangsa yang kuat dan bisa hidup berdampingan.

  1. landasan Historis.

Keyakinan bangsa Indonesia begitu tinggi terhadap kebenaran nilai-nilai pancasila dalam sejarah kenegaraan telah negara Indonesia. Pancasila mendapat tempat yang berbeda-beda dalam pandangan rezim pemerintah yang berkuasa. Penafsiran pancasila didominasi oleh pemikiran pemikiran dari rezim untuk melanggengkan kekuasaannya. Pada masa orde lama, pancasila ditafsirkan dengan nasionalis, agama dan komunis(naskom)yang disebut juga tri sila, kemudian diperas lagi menjadi eka sila(gotong royong). Pada masa orde baru pancasila harus dihayati dan diamalkan dengan berpedoman kepada butir-butir yang ditetapkan oleh MPR melalui tap.MPR NO.II/MPR/1978 tentang P-4. Penafsiran tersebut membuat kenyataan dalam masyarakat dan bangsa berbeda dengan nilai-nilai pancasila yang sesungguhnya. Oleh karena itu timbullah tuntunan reformasi dalam segala bidang.

  1. landasan kultural

            Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa indonesia merupakan pencerminan nilai-nilai yang telah lama tumbuh dalam kehidupan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang dirumuskan dalam pancasila bukanlah pemikiran satu orang, seperti halnya ideologi komunis ynag meerupakan pemikiran dari Karl Marx, melainkan pemikiran konseptual dari tokoh tokoh bangsa Indonesia seperti: ir. Sukarno, Drs. Moh.hata, Mr. Yamin , Prof. Mr. Dr. Supomo dan tokoh lainnya.

Sebagai hasil pemikiran dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang digali dari budaya bangsa sendiri, pancasila tidak mengandung nilai-nilai yang terbuka masuknya nilai –nilai baru yang positif baik yang datang dari dalam negri maupun yang datang dari luar negri. Nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila pancasila bukanlah merupakan hasil konseptual seseorang saja melainkan suatu hasil karya bangsa Indonesia. Nilai-nilai kultural yang memiliki melalui proses refleksi filosois para pendiri negara. Oleh karena itu generasi penerus bangsa terutama kalangan pelajar sudah seharusnya untuk mendalami serta mengkaji karya besar tersebut dalam upaya untuk melestarikan secara dinamis dalam arti mengembang sesuai dengan tuntunan jaman.

  1. landasan yuridis

            landasan yuridis (hukum) perkuliahan pendidikkan pancasila si perguruan tinggi diatur dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 39 menyatakan : isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan pancasila, pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan. Demikian juga berdasarkan Sk mendiknas RI, No. 232/U/2000, tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, pasal 10 ayat 1 dijelaskan bahwa kelompok mata kuliah pendidikan kewarganegaraan wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang terdiri atas pendidikan pancasila, pendidikan agama, dan pendidikan kewarganegaraan.

Dalam pasal 3 dijelaskan bahwa kompensi kelompok mata kuliah MPK bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap raisonal dan dinamis berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Adapun rambu mata kuliah MPK pancasila adalah terdiri atas segi historis, filosofis, ketatamegaraan, kehidupan berbangsa dan bernnegara serta etika politik. Pengembangan tersebut dengan harapan agar mahasiswa mampu mengambil sikap sesuia dengan hati nuraninya, enngenali masallah hidup terutama kehidupan rakyat, menngenali perubahan serta mampu memaknai peristiwa sejarah, nilai-nilai budaya demi persatuan bangsa dan negara.

 

  1. Landasan filosofis

Pancasila sebagai dasar filsafat negara harus menjadi sumber bagi segala tindakan para penyelenggara negara, menjadi jiwa dari peundang-undangan yang berlaku dalam kehidupan bernegara. Oleh sebab itu, dalam menghadapi tantangan kehidupan bangsa memasuki globalisasi, bangsa Indonesia harus memiliki nilai-nilai, yaitu pancasila sebagai sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan yang menjiwai pembangunan nasional dalam bidang politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan keamanan.

  1. Tujuan pendidikan pancasila

Rakyat indonesia melalui majelis perwakilanya, menyatakan bahwa pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaanya bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa, berkualitas dan mandiri, sehingga mampu membangun dirinya sendiri dan masyarakat sekelilingnya. Serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Pendidikan pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa kepada tuhan yang maha esa dalam masyarakat terdiri atas berbagai golongan agama, perilaku bersifat kemanusiaan yang adil dan beradap, perilaku kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan bersama diatas kepentingan perorangan atau golongan. Dengan demikian perbedaan pemikiran, pendapat, dan kepentingan diatasi melalui keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan mempelajari pendidikan pancasila diharapkan untuk menghasilkan manusia yang bersikap dan berperilaku :

  1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan YME.
  2. Berkemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mendukung persatuan bangsa Indonesia.
  4. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama .
  5. Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan social dalam bermasyarakat

Melalui pendidikan pancasila warga negara indonesia diharapkan mampu memahami dzn mengatasi permasalahan agar bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional dalam pembukaaan UUD 1945.

  1. Tujuan nasional

            Tujuan nasional sebagaimana dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-empat menyatakan: “melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia,..,memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia….”. Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan itu diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945. Penyelenggara negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek kehidupan bangsa oleh penyelenggara negara, yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tertinngi negara bersama-sama segenap rakyat indonesia diseluruh wilayah negara kesatuan republik indonesia. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Dalam pelaksanaan mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai-nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan sejahtera, maju dan kukuh kekuatan moral dan etikanya. Dengan demikian peranan pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia sangat penting dalam menentukan tercapainya tujuan nasional.

  1. Pancasila secara ilmiah

Pancasila termasuk fisafat pancasila sebagai suatu kajian ilmiah harus memenuhi syarat-syarat ilmiah, menurut ir. Poedjowijanto dalam bukunya “Tahu dan pengetahuan” mencantumkan syarat-syarat ilmiah sebagai berikut :

  • Berobyek
  • Bermetode
  • Bersistem
  • Bersifat universal
  1. Berobyek

Dalam filsafat, ilmu pengetahuan dibedakan antara obyek forma dan obyek materia. Obyek materia pancasila adalah suatu sudut pandang tertentu dalam pembahasan, obyek meteria pancasila merupakan sasaran, pembahasan dan pengkajian. Pancasila baik yang bersifat empiris maupun non empiris, bangsa indonesia sebagai kausa materia (asal mula nilai-nilai pancasila), maka obyek materia pembahasa pancasila adalah bangsa Indonesia dengan segala aspek budaya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

  1. Bermetode

metode adalah seperangkat cara/sistem pendekatan dalam rangka pembahasan pancasila untuk mendapatka suatu kebenaran yang bersifat obyektif. Salah satu metode”analitico syntetic” yaitu suatu perpaduan metode analisis dan sinestesia. Oleh karena obyek pancasila beanyak berkaitan dengan hasil-hasil budaya dan obyek sejarah maka sering digunakan metode” hermeneutika ” yaitu suatu metode untuk menemukan makna dibalik obyek.

  1. Bersistem

suatu pengetahuan ilmiah harus merupakan sesuatu yang bulat dan utuh. Bagian bagian dari pengetahuan ilmiah harus merupakan suatu kesatuan antara bagian-bagian saling berhubungan baik hubungan interelasi (saling hubungan maupun interpendensi (saling ketergantungan).

  1. Universal

kebenaran suatu pengetahuan ilmiah harus bersifat universal artinya kebenaranya tidak terbatas oleh waktu, keadaan, situasi, kondisi maupun jumlah. Nilai-nilai pancasila bersifat universal atau denagn kata lain intisari, esensi atau makna yang terdalam dari sila-sila pancasila pada hakekatnya bersifat universal.

.

Daftar pustaka

Drs. Dasim Budiman, M. Si, Pendidikan pancasila. Penerbit epsilon grup bandung: 2007

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/389/jbptunikompp-gdl-dewitriwah-19403-1-%28pertemu-a.pdf

http://gatot_sby.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F17755%2FBAB%2BI.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s