ETIKA DALAM BERPOLITIK

  1. PENDAHULUAN

Politik, kata filosof Hannah Arendt, merupakan seni untuk mengabadikan diri manusia. Dengan mengabadikan diri merupakan seni untuk dikenang sesama warga negara dan dicatat sejarah karena jasa-jasa dan prestasi dalam membangun kehidupan bersama.

Lukisan tentang politik yang begitu indah tersebut sebenarnya sudah dilukiskan para filosof klasik Yunani, seperti Aristoteles dan Plato. Dalam buku Nichomachean Ethics, misalnya, Aristoteles melukiskan politik itu indah dan terhormat. Indah karena politik merupakan jembatan emas bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera. Terhormat karena semua cabang ilmu lainnya mengabdi kepada ilmu politik. Demikian juga dalam karya Aristoteles lainnya Politics dan karya filosof Plato Republic. Dua karya klasik yang telah menjadi magnum opus itu menjelaskan, sejatinya politik itu agung dan mulia, yaitu sebagai wahana membangun masyarakat utama.

Namun, apakah politik seindah itu? Berbicara politik pada tataran normative memberi kesan naif. Sebab, politik dalam praksisnya adalah pertarungan kekuatan sehingga kecenderungannya “tujuan menghalalkan cara” ala Machiavelli, selalu terbuka bagi para politikus. Artinya, karena yang mesti dimenangkan dalam pertarungan politik itu adalah kepentingan dan keuntungan diri, yang mencuat adalah konflik kepentingan, dan apabila tidak dikelola dengan baik, anarkisme politiklah yang terjadi. Lalu, bagaimanakah jika konflik dan friksi itu selalu mencuat di setiap pertarungan politik? Pertanyaan itulah yang mesti dijawab dengan menghadirkan etika politik sebagai sosok adab yang dibutuhkan untuk memedomani arah jalannya politik. Indonesia masuk dalam zaman reformasi yang mengagung-agungkan kebebasan. Setelah memasuki zaman reformasi kebebasan tadi bukannya membawa bangsa ini ke tahap kemakmuran, tapi pada tahap penderitaaan (suffering). Padahal kita telah mencapai cita-cita kita yaitu kebebasan. Mungkin ini menjadi pertanyaan mendasar bagi kita sekarang ini. Mengapa yang terjadi adalah kemiskinan dan penderitaan. Para politikus yang sebelumnya berjanji membawa bangsa ini terlepas dari belenggu kemiskinan malahan masuk dalam jurang kemiskinan dan penderitaan. Penduduk miskin semakin bertambah. Para pengemis semakin hari semakin banyak jumlahnya. Apakah ini yang dinamakan kebebasan dan kemerdekaan. Anggota DPR yang terhormat berlomba-lomba menaikkan gajin mereka. Mereka lebih mementingkan diri sendiri daripada rakyat.

Sementara di sudut-sudut kota besar tempat menjulangnya bangunan tinggi dan megah berceceran anak-anak miskin dan tak dapat mengecap pendidikan seperti selayaknya yang menjadi hak mereka. Jangankan mengecap pendidikan untuk bertahan hidup saja mereka harus mengemis dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya tidak mereka lakukan untuk tetap hidup.

Hilangnya etika perpolitikan adalah awal dari kesewenang-wenangan para penguasa untuk merampas apa yang menjadi hak rakyat. Hal yang sangat ditonjolkan adalah politik aturan yang berlaku. Dalam etika, aturan-aturan yang sudah menjadi hukum itu perlu ditinjau ulang. Aturan bukanlah hukum yang sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi. Jika seandainya terbukti bahwa aturan-aturan tersebut menuai kritikan yang keras dari masyarakat berarti aturan yang berlaku itu perlu diubah karena melanggar hak-hak orang lain.

Maka pemerintah dan badan kehormatan yang ada di lembaga dewan perwakilan rakyat, tidak dapat menggunakan hukum yang berlaku sebagai senjata ampuh untuk membenarkan diri. Perlu kita ketahui bahwa hukum yang berlaku sekarang ini adalah hukum yang dibuat oleh pemerintah dan DPR yang sarat dengan kepentingan. Etika merupakan hukum terakhir yang mampu memberi keadilan bagi setiap warga negara.

Etika mempertanyakan semua hukum yang sudah berjalan selama ini demi kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Maka Aristoteles tidak pernah melapaskan politik dari etika. Baginya politik harus berjalan di atas etika.

  1. PENGERTIAN ETIKA

Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-aaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah suatu ilmu yang membahasas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral terntentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral (Suseno, 1987).
Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia, sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai kehidupan manusia (Suseno, 1987). Etika khusus dibagi menjadi etika individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendir dan etika sosial merupakan kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat, yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.

  1. PENGERTIAN POLITIK

Pengertian politik berasal dari kata Politics yang memiliki makna bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses tujuan penentuan-penentuan tujuan dari sistem itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu yang menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang dipilih.
Untuk pelaksanaan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan umum, yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau distributions dari sumber-sumber yang ada.  Untuk melakukan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu diperlukan suartu kekuasaan, dan kewenangan yang akan dipakai baik untuk membina kerjasama maupun menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses ini. Cara-cara yang dipakai dapat bersifat persuasi, dan jika perlu dilakukan suatu pemaksaan. Tanpa adanya suatu paksaan kebijaksanaan ini hanya merupakan perumusan keinginan belaka (statement of intents) yang tidak akan pernah terwujud. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals), dan bukan tujuan pribadi seseorang (privat goals). Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai pplitik, lembaga masyarakat maupun perseorangan.

  1. PENGERTIAN ETIKA POLITIK

Setelah penjelasan kedua poin di atas, maka tibalah pada intisari penting, yaitu etika politik. Secara substantif pengertian etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika, yakni manusia. Oleh karena itu etika politik berkaitan erat dengan bidang pembahasan moral. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian “moral” senantiasa menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Dapat disimpulkan bahwa dalam hubungannya dengan masyarakat bangsa maupun negara, etika politik tetap meletakkan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih meneguhkan akar etika politik bahwa kebaikan senantiasa didasarkan kepada hakikat manusia sebagai makhluk beradab dan berbudaya.

Berdasarkan suatu kenyataan bahwa masyarakat, bangsa, maupun negara bisa berkembang ke arah keadaan yang tidak baik dalam arti moral. Misalnya suatu negara yang dikuasai oleh penguasa atau rezim yang otoriter. Dalam suatu masyarakat negara yang demikian ini maka seseorang yang baik secara moral kemanusiaan akan dipandang tidak baik menurut negara serta masyarakat negara. Oleh karena itu aktualisasi etika politik harus senantiasa mendasarkan kepada ukuran harkat dan martabat manusia sebagai manusia (Suseno, 1987: 15).

  1. PENERAPAN ETIKA POLITIK DI INDONESIA

Manusia dalam hidupnya tidak lepas dari manusia lain. Untuk itu, manusia perlu hidup berkelompok (zoon politicon) yang menampilkan insan berfikir sekaligus sebagai insan usaha (homo economicus). Hal itu dilakukan selain sebagai kodratnya, dimaksudkan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Bangsa Indonesia memilih bentuk (organisasi) negara yang dinamakan Republik yang merupakan suatu pola yang mengutamakan pencapaian kepentingan umum (respublica) dan bukan kepentingan perseorangan atau kepentingan golongan. Pada umumnya, kegiatan kenegaraan kaitannya dengan hasil perjanjian bermasyarakat, orang beranggapan bahwa kegiatan kenegaraan meliputi:

  1. Membentuk hukum atau kewenangan legislatif.
  2. Menerapkan hukum atau kewenangan eksekutif.
  3. Menegakkan hukum atau kewenangan yudikatif.

Oleh karena itu, analisis kenegaraan tidak dapat dipisahkan dari analisis tata hukum. Konstitusi adalah suatu pola hidup berkelompok dalam organisasi negara, yang seringkali diperluas dalam organisasi apapun. Sebagai pola hidup berkelompok dalam organisasi negara maka konstitusi pada umumnya memuat:

  1. Hal-hal yang dianggap fundamental dalam berorganisasi.
  2. Hal-hal yang dianggap penting dalam hidup berkelompok oleh suatu bangsa, sekalipun oleh bangsa lain tidak dianggap demikian.
  3. Hal-hal yang dicita-citakan, sekalipun hal itu seolah-olah sulit untuk dicapai

karena idealistik.

Sekarang ini keadaan politik di Indonesia tidak seperti apa yang diharapkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Banyak rakyat Indonesia yang beranggapan bahwa politik di Indonesia adalah sesuatu hal yang mereka lakukan untuk mendapatkan kedudukan dan kekuasaan dan mereka para pelaku politik rela untuk melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah Indonesia pun tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Hal ini ditunjukkan oleh  sebagian rakyat yang mengeluh, karena hidup mereka belum dapat disejahterakan oleh negara. Rakyat sendiri masih belum merasakan bantuan yang mereka dapatkan dari para pemerintah Indonesia karena kesejahteraan dari para rakyat masih jauh dari kata terpenuhi. Pandangan masyarakat terhadap politik itu sendiri menjadi buruk, dikarenakan pemerintah Indonesia yang tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagai wakil rakyat dengan baik, karena bagi mereka politik hanyalah sesuatu yang buruk dalam mencapai kekuasaan dan sesuatu yang buruk untuk mendapatkan sesuatu. Contohnya adalah masalah gaji DPR yang sangat besar yang mereka peroleh untuk setiap bulannya, tetapi gaji yang diperoleh tidak sesuai dengan program kerja yang dilakukan oleh para wakil rakyat, malah menambah kemiskinan bagi rakyat karena semakin banyak wakil rakyat yang melakukan korupsi pada saat itu. Kebijakan itu jelas mencederai rasa keadilan publik karena disaat yang sama kemiskinan masih mengharu biru Indonesia.

  1. ANALISA KEBIJAKAN KENAIKAN BBM DI INDONESIA (SISI PRO)

            Berita tentang naiknya harga BBM di Indonesia bukanlah hal baru lagi bagi rakyat di Indonesia. Kenaikan harga BBM ini terjadi diakibatkan karena harga BBM di Indonesia merupakan harga BBM termurah di kawasan ASEAN, untuk harga Rp 4.500 per liter terlalu murah dibandingkan dengan harga BBM Industri, yaitu Rp 9.300 per liter, harga untuk BBM di Indonesia memang merupakan harga yang tergolong terlalu jauh. Maka dari itu pemerintah memilih untuk menaikkan harga BBM guna untuk mencegah terjadinya atau merangsangnya penyelundupan  yang terjadi karena murahnya harga BBM telah merangsang penyelundupan, baik kepada sektor industri atau pertambangan, maupun penyelundupan ke luar negeri, seperti contoh penyeludupan bahan bakar yang sering terjadi. Hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi negara, karena dengan harga yang murah BBM di Indonesia, menyebabkan oknum-oknum luar menjual harga BBM tersebut lebih tinggi sehingga bisa menambah keuntungan bagi perseorangan, bukan keuntungan bagi negara. Karena secara tidak langsung yang menjual secara eceran itu mengambil apa yang harusnya milik negara. Padahal untuk harga satu liter hanya merogoh gocek Rp 4.500 per liter apabila orang luar menjual bisa sekitar Rp 6.000 sampai Rp  8.000, hal ini yang menyebabkan kerugian bagi negara, BBM yang habis tetapi jadi dijual kembali oleh para penyelundup. Maka dari itu, saya pribadi setuju untuk menaikkan harga BBM di Indonesia untuk mengurangi penyelundupan penjualan BBM di Indonesia, walaupun dapat menyebabkan harga-harga yang lain seperti harga bahan-bahan pokok harus naik, mau tidak mau kita sebagai rakyat harus menaati dan menuruti kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, mungkin akan berdampak buruk bagi rakyat yang kurang mampu karena kenaikan harga BBM membuat mereka semakin berat untuk berbelanja karena naiknya harga bahan-bahan pokok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s